Sabtu, 27 Desember 2014

SEJARAH SINGKAT DESA MIRAT

Dijaman kolian Belanda dan Eropa yaitu pemerintah Verenigde Oos Indiche (V.O.C) tahun 1803 M. tatanan ketataprajaan V.O.C  dirubah dengan peraturan Raffles. Raffles adalah gubernur bangsa Inggris yang ditugaskan ke Indonesia pada tahun 1811 s/d 1819 M. sebagai wakil pemerintah jajahan Inggris.
Pada pemerintahan Raffles ada salah satu Demang yang bernama Centong yang bekedudukannya di Tarikolot Mirat, dan memiliki kekuasan wilayah yaitu, Leuwimunding, Cibatur Ciparay, Cirabak Mirat, Leuwibadak Leuwikujang, yang dipimpin oleh Mbah Kuwu Dukuh.
Sehingga pada tahun 1830 terjadi proses pemekaran wilayah :
1.    Leuwimunding menjadi                    : Desa Leuwimunding
2.    Cibatur Ciparay menjadi                   : Desa Ciparay
3.    Cirabak menjadi                              : Desa Cirabak
4.    Leuwibadak Leuwikujang menjadi      : Desa Leuwibadak
Pada waktu itu Desa Cirabak dipimpin oleh Kuwu Asdawi dari tahun 1830 M sampai dengan tahun 1852 M. sehingga pada tahun 1853 Desa Cirabak dipindahkan ke Tarikolot dan menjadi Desa Tarikolot yang dipimpin oleh Kuwu Raban Rabun dari tahun 1853 sampai dengan 1861.
Demang Centong yang awalnya berkedudukan di Tarikolot pada tahun 1853 dipindahkan ke Leuwimunding menjadi ONDER DISTRIC /Distric Leuwimunding dengan kata lain Afdeling/Regenschaf. Majalengka Resident – Cirebon Wets Java Nederland Indisch Guvernement.
Dan pada tahun 1862 M Desa Tarikolot dipindahkan ke utara ke wilayah Mirat sehingga menjadi Desa Mirat sehingga menjadi Desa Mirat yang dipimpin oleh Kuwu Juli dan memiliki batas batas desa yaitu :
1.    Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Leuwimuding
2.    Sebelah Utara berbatasan dengan dengan Dukuh Sepat
3.    Sebelah Timur berbatasan dengan Pagergunung
4.    Sebelah Selatan berbatasan dengan Leuwikujang
Mirat dulunya hutan terus dijadikan sawah dan kebun pada jaman perlawan rakyat dan penjajah, atas kerjasama tokoh pejuang bangsa dan tokoh  Ulama Mirat  yaitu :
Tokoh masyarakat
1.    Nini Mirah
2.    Aki Mirah
3.    Buyut Juba
4.    Buyut Puser
Tokoh Ulama
1.    Buyut Dadi
2.    Buyut Tuba
Ke enam tokoh tersebut tak kunjung padam melawan penjajah untuk merdeka, Nini Mirah Aki Mirah, Buyut Juba, Buyut Puser sambil mengadakan perlawanan terhadap penjajah tak kenal lelah membabat hutan sehingga menjadi kampung yang diberi nama Mirat. Buyut Dadi mendirikan Pondok Pesantren dikampung Banada Mirat Buyut Tuban mendirikan Pondok Pesantren di Dukuh Mentik Mirat.
Pada tahun 1861 M Mirat dijadikan Desa Mirat yang dipimpin oleh Kuwu Yang bernama Juli.
Tahun 1862 – Kuwu Desa Mirat Oleh Padma (1 hari)
Tahun 1862 – 1869 Kuwu Desa Mirat oleh Maskin
Tahun 1870 – 1881 Kuwu Desa Mirat oleh Ego
Tahun 1882 – 1908 Kuwu Desa Mirat oleh Uri
Tahun 1909 – 1922 Kuwu Desa Mirat oleh Ego
Tahun 1923 – 1950 Kuwu Desa Mirat oleh Abreg
Tahun 1951 – 1969 Kuwu Desa Mirat oleh Ningrum
Tahun 1970 – 1971 Kuwu Desa Mirat oleh Samsudin (Raksa Bumi)
Tahun 1972 – 1983 Kuwu Desa Mirat Omang Durahman
Tahun 1984-1992 Kuwu M Jaelani Yusuf
Tahun 1993- Mamun Abudl Rosyid BA ( Pe3jabat Dari Kecamatan )
Tahun 1994-1996 Kuwu Dedi Sudiadi
Tahun 1997-1998 ( Pejabat Dari Kecamatan )
Tahun 1999-2003 ( Pejabat Raksa bumi )
Tahun 2003-2013 Kuwu Sunarta
Tahun 2013-Sekarang Kuwu Amat
Pada tahun 1982 Desa Mirat di mekarkan menjadi dua Desa menurut perintah dari pemerintah daerah tahun 1980 pada waktu itu kuwunya Oman Durahman.
Desa Mirat, batas batasnya :
Utara berbatasan dengan                : Desa Parungjaya
Barat berabtasan dengan                : Desa Leuwimunding
Selatan berbatasan dengan             : Desa Leuwikujang
Timur berbatasan                           : Desa Pager Gunung
Adapun susunan pamong Desa dari masa ke masa :
I.   Kuwu Ambreg
1.    Juru Tulis                            : E Madsari, Wasdi
2.    Raksabumi                          : Pitok
3.    Kepala                                : Jaki, Wasma, Duta
4.    Ngalambang                       : Ayadi
5.    Capgawe                            : Ngabihi
6.    Lebe                                  : Enco
II.   Kuwu Ningrum
1.    Juru Tulis                            : M Jaelani Yusuf, Solihin
2.    Raksa Bumi                         : Warjaya
3.    Kepala                                : Rastam, Karmawi, K. Zaenudin
4.    Ngalambang                       : Mustofa
5.    Capgawe                            : Casmita
6.    Lebe                                  : Samsuri, Endo

III.   Kuwu Omang Durahman
1.    Juru Tulis                            : M. Jaelani Yusuf, Ahmad
2.    Raksa Bumi                         : Iryah
3.    Capgawe                            : Suminta
4.    Kapala                                : Adnawi, Rantawi
5.    Ngalamabang                      : Warjaya
6.    Lebe                                  : Nuryaman, Hasim
IV.     Kuwu M. Jaelani Yusuf
1.    Juru Tulis                            : Suwarya, Rahmat
2.    Raksa Bumi                         : Iryah
3.    Capgawe                            : Dulsaleh
4.    Kaur Ekbang                       : Arta Sugiarto
5.    Kapala                                : Rahmat, Suhaman
6.    Lebe                                  : Nuryaman
V.       Kuwu Dedi Sudiadi
1.    Juru Tulis                            : Rahmat
2.    Raksa Bumi                         : Dulsaleh, Nawo Adnawi
3.    Capgawe                            : Arta Sugiarto , Marjuki
4.    Ngalambang                       : Nenda
5.    Kapala                                : Suhaman
6.    Lebe                                  : Samhudi, Aja Jaenudin
VI.     Kuwu Sunarta
1.    Juru Tulis                            : Arta Sugiarto
2.    Raksa Bumi                         : Dulsaleh, Ono Haryono
3.    Ngalambang                       : Suhaman, MD Yayat Hidayat
4.    Kapala                                : Saikun,
5.    Lebe                                  : Abdul Malik

6.    Kadus 1                              : Asep Nandar H
kadus  2                             : Samsu 

7 komentar:

  1. oh jadi ini sejarahnya.. baru tau !! mirat abdi kangen... !!!

    BalasHapus
  2. sumuhun kuring oge nembe terang xixixixixix

    BalasHapus
  3. Haturnuhun pa ulis info sajarah miratna

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah janten apal sejarah lembur kuring tur sejarah aki(kakek)kuring nu ngajabat ULIS di miramirat (Bpak. Letnan.Suwarya) di jaman kuwu M. Jaelani Yusuf.
    Hatur nuhun carita na ka bpk.ulis
    Sukses trus Desa.mirat jadi desa anu unggul tina sagala bidang tur janten jdi desa nu maju dan berkembang. .Amin

    BalasHapus
  5. maaf kalau boleh tanya,
    ki demang centong itu sebetulnya siapa?
    demang itu maksudnya apa?
    kalau di ibaratkan zaman skrg, posisinya sprt apa?
    soalnya alm. kakek prnh blg kalo ki demang centong adalah uyut kami.
    tp saya g pernah nyambung klo di ceritain dan dijelasin wkt kecil.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Terang teu tanggal pemekaran parungjaya dari mirat

    BalasHapus